-->
Ads Kiri Khusus Desktop

KUBURAN SUNDEL BOLONG

Generating Link...
loading...
loading...
KUBURAN SUNDEL BOLONG
Krakk..krakkkk suara burung gagak seperti alaram alam bahwa matahari sudah waktunya tenggelam, angkasapun sudah berubah hitam, hari sudah gelap rupanya.Di desa yang terletak di lereng pegunungan sudah tak tampak aktifitas penduduknya, mereka sudah masuk kedalam rumah, entah apa yang mereka lakukan,.dari luar hanya terlihat sinar lampu redup yang berasal dari lampu minyak, sinar-sinar ala kadarnya menyelinap keluar dari celah bilik bambu yang mereka tinggali.
Sesekali goyangan dahan pepohonan yang tertiup angin membuyarkan kerumunan serangga yang bersembunyi dibaliknya. Hening dan sunyi, seperti itulah suasana dipedesaan saat malam merangkak
Di jalan setapak menuju arah perkampungan penduduk masih tampak tergenang air, sisa hujan tadi siang. Jalan yang hanya merupakan hamparan tanah bergelombang membuat penggunanya kesulitan, terlebih saat terkena hujan seperti ini.
Beberapa saat kemudian dari balik semak belukar terlihat seberkas sinar yang bergerak lumayan cepat, menerobos kerumunan serangga malam yang beterbangan.Sinar tersebut berasal dari obor yang dibawa seorang tua renta, jalannya tergopoh-gopoh seperti dikejar sesuatu, tanpa alas kaki terus dijejakkan kakinya kebumi.
Suara genangan air yang diinjaknya menjadi melodi pengiring bagi seseorang yang tak tahu sedang menuju kemana. Keringat juga sudah tampak berulang kali menetes dari pelipis keriputnya, hosh..hosh..hosh..nafasnya terengah-engah.
Tiba-tiba pergelangan kakinya terantuk sesuatu, gedebukkkkk, akar beringin tua berhasil membuat pria tua itu terjatuh, kepalanya terbentur batu nisan dengan keras, bibirnya meringis, matanya sedikit terpejam, seketika lumpur berair melumuri baju dan sarung pak tua tersebut.
,"duh gusti….. ,"gumamnya, dengan sedikit menahan rasa sakit dia beranjak bangkit,dilihatnya sekeliling,dari kanan ke kiri ,tampaknya dia sudah sampai ditempat yang diinginkan.
,"martini….hentikan kelakuanmu nduk…tenanglah kamu disana, biarlah gusti allah menegakkan keadilannya,"katanya sambil memegang batu nisan.
Dia sekarang berada disamping kuburan yang tak ada tulisan namanya, kuburan itu berada dibawah pohon beringin tua,dan hanya satu-satunya ditempat itu, keadaannya yang tak terawat menambah keangkerannya.
Angin kemudian bertiup kencang, dan hujanpun kembali turun.Diajaknya serta gemuruh petir yang menggelegar dengan seenaknya, pak tua itu menggigil kedinginan,
tapi tak melepaskan genggamannya dari batu nisan. Mulutnya tak henti menyebut nama Martini, sembari komat-kamit dia ingin menyampaikan sesuatu kepada sang pemilik makam itu.
,"aku sudah tahu siapa yang membunuhmu, biarkan hukum yang memberikan keadilan untukmu, jangan kamu kotori jiwamu dengan urusan dunia yang sudah kamu tinggalkan cah ayu,"
Tak ada jawaban dari arah manapun, yang terdengar hanya suara jatuhnya tetesan air hujan diiringi petir yang membahana.
Tiba-tiba bulu kuduknya berdiri,semak belukar yang tadinya diam sekarang bergerak kesana kemari tak karuan, berpuluh-puluh daun beringin berjatuhan menimpa kuburan angker tersebut, suara lolongan serigala hutan seakan menyambut sesuatu yang ghaib,
Aaa.auwwwwwww….berulang kali lolongan mengerikan itu bersahut-sahutan…
Remang-remang dilihatnya dari balik pohon seseorang dengan rambut panjang menutupi muka, dia mengenakan kain yang membalut dada sampai kebetisnya,kulitnya pucat,dari badannya tercium bau busuk yang luar biasa, kedua tangannya hampir mengelupas sampai terlihat dagingnya.Perut wanita itu mengeluarkan darah yang terus memancar seperti tertembus benda tajam, darah itu mengalir sampai ke mata kakinya.
,"mar….. ,"kata pak tua itu sedikit gemetar.
Sosok berlumuran darah itu ternyata dikenalinya sebagai Martini cucunya yang tewas 3 bulan yang lalu, mayatnya ditemukan dibawah pohon beringin itu dengan tombak bambu yang menembus punggung sampai perutnya.
,"ini kakekmu, sudah nduk cah ayu, biar kakek yang mencari keadilan, tenanglah kamu dialam sana ,"
Hantu yang dinamakan sundel bolong itu hanya menggerakkan kepalanya kekiri dan kekanan sambil mengeluarkan suara tawa yang membuat bulu kuduk semakin berdiri kokoh.
SEMENTARA ITU DITEMPAT LAIN
Disebuah rumah yang lumayan besar, terbuat dari kayu dan berbentuk joglo terdengar sebuah pertengkaran
,"pokoknya kamu harus kuliah dikota,bapak ga ingin kamu cepet-cepet nikah,"kata seorang bertubuh sedikit gemuk,sambil berkacak pinggang.
,"saya ga mau kuliah pak,pengen nikah saja ..lagian ibu lagi sakit siapa yang ngurus nanti,"jawab gadis bermata sipit berambut sebahu yang bernama Anita.
,"kamu kira enak apa,hidup berumah tangga itu,lagian kamu itu masih bau kencur,masih pengen seneng-seneng,,"kata Juminto ayah kandung Anita.
Anita yang merupakan gadis kampung menolak untuk dikuliahkan dikota,dia ingin segera menikah dengan pujaan hatinya,dalam pikirnya setinggi apapun dia bersekolah toh cepat atau lambat akan menjadi ibu rumah tangga pula.Dia memang tidak memiliki impian yang muluk-muluk bisa mengabdi kepada kedua orang tuanya sebenarnya sudah lebih dari cukup,apalagi kondisi sang ibu tidak mungkin untuk ditinggalkan,ibunya,Sukarti akhir-akhir ini memang sakit-sakitan,hal itulah yang membuat Anita enggan untuk kekota.
Perdebatan mereka berlangsung cukup lama,sang bapak sebenarnya ingin putri semata wayangnya itu mampu mengenyam pendidikan yang tinggi dan mendapatkan kehidupan yang layak dikota,tidak terjebak dikampung miskin seperti ini,tapi ternyata tak seperti yang diharapkan,dia malah pengen cepet-cepet nikah.
Sang ibu yang tadi mendengar suara ribut-ribut itu akhirnya keluar,dan mencoba mendamaikan mereka.Tubuhnya yang masih lemas dipaksa menghampiri suami dan putrinya.
,"sudahlah pak,jika Anita pengen menikah,dikabulkan saja,toh suaminya bisa bantu-bantu bapak dikebun nantinya,"kata Sukarti sambil sedikit terbatuk.
Walau istrinya berkata demikian,Juminto pada awalnya tetep kekeh ingin mengirim putrinya itu kekota,sedangkan Anita juga tak mau kalah kerasnya,diakhir katanya dia mengancam akan kabur dari rumah jika bapaknya tetap ingin dia kuliah.
Mendengar ancaman Anita,Juminto dengan terpaksa mengurungkan niatnya,dan mengabulkan permintaan putrinya,tapi dengan satu syarat suruh calon suamimu mengurus kebun bapak yang ada di dekat kuburan sundel bolong itu,jika dia berhasil memberikan hasil yang memuaskan bapak akan langsung menikahkan kalian.
Anita kaget,begitu pula sang ibu,mengapa Juminto mengajukan syarat yang begitu konyol,kebun yang berada di tempat tersebut sudah lama tidak digarap,penyebabnya,sudah bisa diperkirakan,yaitu letaknya yang berada tidak jauh dari kuburan angker.
Kuburan sundel bolong,begitulah orang-orang kampung menyebutnya.Sebutan itu bukannya tanpa alasan,7 hari setelah Martini dikubur disana,dia bangkit dengan sosok yang menyeramkan,rambut terurai menutupi muka,punggung sampai perutnya memancar darah segar,karena hal itulah dia disebut hantu sundel bolong.
Diawal kemunculannya hantu sundel bolong menakut-nakuti warga terutama yang dekat dengan area kuburannya,terakhir yang membuat kenapa ladang milik Juminto tidak digarap lagi adalah,Jatmiko,buruh tani yang ditugasi menggarap ladang tersebut ditemukan tewas mengenaskan,mukanya hampir hancur,punggungnya tertancap tombak yang berasal dari bambu.
Dari sana tersebar gosip bahwa hantu Matini yang sekarang disebut hantu sundel bolong sekarang menebar dendam,barang siapa yang mendekati makamnya akan dibunuh.Entah benar atau tidak itu hanya sekedar issu yang kini dipercaya oleh masyarakat.
Anita yang tahu karakter bapaknya merasa tidak mungkin lagi beradu argumen,ini adalah salah satu kesempatan dia bisa menikah dengan kekasihnya,tapi apakah mas Bagus mau menerima persyaratan itu ya,pikirnya dalam hati.
Malam itu Anita tak bisa tidur,pikirannya melayang-layang tak karuan,walau hanya issu, dia juga sedikit percaya mengenai gosip tersebut,bagaimana jika bagus tidak mau menerima persyaratan itu,bisa gagal dia jadi pengantin.Yang paling menakutkan bagaimana jika hantu sundel bolong itu membunuh calon suaminya.
Dipejamkan matanya erat-erat sambil membayangkan hal yang lain,namun tetap tidak bisa,berulang kali dia mengubah posisi tidurnya,tetap tak mampu mengundang kantuk.Satu jam dua jam sudah berlalu dari dia mulai beranjak tidur,sampai waktu menunjukkan jam 3 pagi,akhirnya dia terlelap juga.
Gambar buram sudah mulai nampak dibenak Anita,dia mulai bermimpi,didalam mimpinya dia melihat sang kekasih sudah mengenakan pakaian pengantin,oh..sungguh gagah sekali kekasihku,dengan pakaian adat jawa,dengan keris terselip dipinggangnya membuat tampak bak ksatria ,itulah tutur Anita didalam mimpi,saat gadis belia itu hendak menghampiri calon suami,tiba-tiba seorang nenek menghalangi langkahnya dan berkata
,"tamu duduknya disebelah sana ya,"
Sambil menunjukkan ke arah pojok ruangan.Anita terkejut,seharusnya dia yang jadi pengantinnya,tapi kenapa dia disuruh duduk bersama para tamu.Kalau bukan dia lalu siapa??
Tak lama kemudian,seorang wanita cantik yang juga mengenakan pakaian pengantin adat jawa memasuki ruangan,dia berjalan pelan-pelan ,dan berakhir di samping sang mempelai lelaki.Anita melongo seakan tak percaya,sekali lagi dia berusaha menghampiri sang mempelai,tapi kembali seorang nenek menarik tangannya ,kali ini dengan kasar dan sedikit membentak.
,"jangan mengganggu,cepat kembali ke pojokan,"
Anita berontak,meronta,berusaha melepaskan diri dari terkaman perempuan tua itu,usahanya berhasil,ketika terlepas itu dia langsung menyongsong sang pengantin wanita,reflek dia menjambak dan menampar sang pengantin sampai terjatuh.Tidak puas hanya disitu,dia ingin kembali mendaratkan telapak tangannya ke pipi pengantin itu,tapi disaat dia mau melancarkan aksinya,sang pengantin berubah menjadi sosok yang menyeramkan,sosok yang menjadi gunjingan warga kampung.Hantu sundel bolong,wajah Anita yang tadinya beringas menjadi pucat pasi seperti mayat,
,"aaaaaaaaa……….. ,"teriaknya,dia terbangun di jam stngah 6.
Tidak ada yang mendengar jeritnya,sang ibu mungkin berada di belakang rumah sedang menghirup udara segar seperti biasanya,sedangkan sang ayah sudah pasti kepeternakan ayam yang berjarak 500 meter dari rumah.
,"gara-gara memikirkan hal aneh,aku jadi mimpi menakutkan,"gumamnya sambil berjalan menuju kamar mandi.
Setelah menyelesaikan tugas rumah,Anita berpamitan kepada ibunya untuk menemui Bagus.Dengan mengenakan baju kotak-kotak berwarna biru serta rok panjang coklat gadis muda itu berjalan keluar rumah menuju tempat sang kekasih berada,
Rumah bagus memang tidak seberapa jauh namun,jalan yang berupa tanah lumayan terjal sedikit memakan waktu untuk sampai ditempat tujuan.Diperjalanan,dia juga berpapasan dengan penduduk sekitar yang sedang menjalankan aktifitasnya diladang,maklum semua penduduknya hanya tahu bertani sebagai cara melangsungkan hidup.
,"mau kemana neng,"tanya salah seorang yang dijumpai Anita
,"mau kerumah mas Bagus pak,"jawab Anita dengan sopan
laki-laki yang ditemui Anita tersebut lalu berkata bahwa jalanan kearah sana sedang ramai,mungkin tak bisa lewat,keramaian itu diakibatkan bahwa telah jatuh korban lagi,kali ini adalah pak Tarmiji ,dia tewas dicekik,disamping kuburan sundel bolong.
,"keterlaluan,padahal Tarmiji adalah kakeknya sendiri,dijadikan korban juga,"kata lelaki tersebut sambil berlalu pergi.
Tarmiji adalah kakek dari mendiang Martinah,perempuan yang kini menjadi sundel bolong itu.
Anita tetap melanjutkan perjalanan kerumah Bagus,memang diperjalanan dia menjumpai banyak orang yang searah dengannya,mungkin mereka ingin melihat kondisi Tarmiji,korban keganasan si sundel bolong itu.
Setelah beberapa menit Anita melihat banyak bergerombol orang yang berdesak-desakan memadati suatu rumah,memang tidak semua orang dikenalnya,sehingga siapa Tarmiji pun tidak dikenalnya,dia tidak berniat untuk ikut berdesak-desakan dengan warga kampung,karena memang bukan itu tujuannya.
Sampai perhatiannya teralihkan oleh seseorang wanita tua renta yang menangis tersedu-sedu dari arah depan dia berjalan,kedua tangannga digandeng oleh seorang pemuda,rupanya dia hampir tak kuasa menahan sedih sehingga untuk berjalanpun dia hampir tak sanggup.
Wanita itu yang tadi malam ada dimimpiku kan?dalam hati Anita berkata demikian,rasa kagetnya tak sadar membuat langkahnya terhenti.Sepuluh detik dia berdiri terpaku melihat si wanita tua itu terisak-isak sambil memeluk jenasah seseorang,karena penasaran dia bertanya kepada salah seorang penduduk,katanya wanita itu bernama Waliyem dan yang meninggal itu adalah suaminya.
Lalu kenapa dia bisa mampir di mimpi Anita?padahal dia tak pernah berjumpa sekalipun.Tiba-tiba dia juga mengingat sundel bolong yang tadi malam juga ada dimimpinya,saat merasakan bulu kuduknya berdiri Anita secepat kilat meninggalkan tempat itu dan langsung menuju rumah Bagus yang tinggal beberapa meter lagi.
Sang kekasih sudah nampak didepan sana ,pulang dari ladang dan hendak melayat Tarmiji.
,"bang,ada hal yang ingin aku bicarakan,"kata Anita
,"bentar ya neng ,abang mau melayat dulu,tunggu didalam rumah saja sama ibu,"kata Bagus.
Anita menuruti kata-kata Bagus dan langsung masuk kedalam rumah,disana dia berjumpa dengan calon ibu mertuanya dan berbincang-bincang ringan,sambil menikmati singkong rebus yang baru saja diangkat.
Didalam rumah yang sederhana itu tidak ada kursi buat menyambut tamu,hanya tikar yang digelar diruang tamu,disampingnya juga teronggok padi sisa panen kemarin,lantai yang masih berupa tanah semakin memberi kesan primitif.
Dalam perbincangan itu Anita juga menanyakan mengenai,Tarmiji yang baru saja tewas.Dalam ceritanya Anita mengetahui sedikit tentang riwayat Martini yang sekarang menjadi sundel bolong.
Martini merupakan cucu dari Tarmiji dan Waliyem,kedua orang tuanya merantau ke kalimantan tapi sampai sekarang tidak ada kabar,konon kabarnya mereka juga telah meninggal akibat kecelakaan,Martini memiliki saudara kembar bernama Martina,tapi dia memiliki gangguan mental,saudara kembarnya itu sudah lama dipasung karena sering mengamuk.
,"sampai sekarang,siapa yang membunuh martini belum bisa diketahui,karena itulah dia penasaran dan menjadi hantu sundel bolong,"kata Sulastri ibunya Bagus yang akan jadi mertua Anita tersebut.
,"sebenarnya apa yang telah terjadi dengan Martini bu? ,"Anita mencoba ingin tahu lebih dalam.
,"tidak ada yang tahu pasti apa yang dilakukan martini didalam hutan,tahu-tahu dia ditemukan tewas di bawah pohon beringin tua,dengan kondisi mengenaskan,punggungnya tertancap tombak bambu yang tembus sampai keperutnya,dan atas permintaan Tarmiji dan Waliyem,martini dikuburkan disana,tempat dia meregang nyawa,"
Semakin lama semakin menyeramkan topik pembicaraan mereka,Anita jadi semakin ragu kekasihnya mau menerima persyaratan yang diajukan bapaknya,akhirnya dia mengurungkan niat untuk memberi tahu Bagus mengenai hal tersebut,apalagi tadi sudah ada korban lagi yang tewas ditangan si sundel bolong.
Mungkin jika situasi sudah agak tenang baru dia mengatakannya.
,"saya pamit saja dulu bu,mas Bagus sepertinya kecapek an,aku tak ingin mengganggunya,"Anita pamit pulang.
,"lho katanya ada yang ingin dibicarakan,"tanya calon ibu mertua
Anita kemudian berkelit,itu hanya alasan untuk bertemu Bagus katanya.Setelah sulastri memberi bungkusan yang isinya 5 buah singkong rebus,dia mengantar Anita kedepan rumah.
,"salam buat mas Bagus ya bu,"kata Anita
Setelah mencium tangan Sulatri Anita bergegas pulang .
Dalam perjalanannya pulang dia sudah tidak melihat ada kerumunan orang,mungkin mereka semua sudah menguburkan jenazah Tarmiji,pikirnya.Mengetahui rumah Tarmiji sepi ,entah pikiran dari mana dia berniat melihat-lihat rumah almarhum,dikelilinginya hunian yang berdinding kayu itu,rumah yang tak begitu besar membuatnya tak sampai 10 menit sudah selesai.
Namun padangannya tanpa sadar tertuju pada sebuah bangunan kecil seperti kandang kambing yang berada dibawah pohon randu dibelakang rumah,penasaran diapun hendak menengok isinya.Pelan-pelan dia melangkahkan kaki,sambil sesekali menengok kekanan dan kekiri,siapa tahu ada yang melihat aksi tanpa izin tersebut.
Oh tuhan,ada wanita yang acak-acakan sedang dirantai kakinya,disampingnya ada makanan dan minuman yang sudah disantap sebagian,inikah Martinah saudara kembar sundel bolong itu.
,"pergiiiiiiiiiii,"Martinah yang menyadari kehadiran Anita mengamuk dan mengusirnya.Disaat mengamuk Anita sedikit memperhatikan wajah sigila tersebut,kagetnya dia adalah wanita yang kulihat dimimpi kemarin sebelum berubah menjadi hantu sundel bolong,dalam hati dia berkata demikian.
Anita yang takut jadi perhatian orang ,langsung terbirit-birit pergi,sambil berpikir dan bertanya-tanya dia mencoba menyimpulkan tentang arti mimpinya.Bagaimana mungkin dua orang asing yang saling ada kaitannya bisa masuk kedalam mimpi,dia bahkan tidak mengenal mereka berdua.
Malam kini semakin lebih mencekam setelah jatuh korban yang kedua,yaitu Tarmiji desa menjadi begitu sunyi,hampir tak ada suara sekecil apapun yang terdengar,hanya suara jangkrik dan burung hantu yang menjadi primadona diwaktu itu.Anginpun enggan berhembus,seakan sama takutnya dengan penduduk desa.
Keheningan itu ternyata dimanfaatkan oleh pasangan muda-mudi untuk bermadu kasih,Jumi dan Sasno muda-mudi yang masih bau kencur ,mereka memanfaatkan rindangnya semak-semak sebagai tempat mereka bermesraan,nampaknya nafsu mampu mengalahkan rasa takut yang pada umumnya dialami oleh semua penduduk dimalam hari.
Tanpa mempedulikan sekitar,mereka asik saling membelai,meraba,dan berciuman,sesekali tangan nakal Sasno berkelana ke area terlarang Jumi,gadis belia itu tak mempermasalahkan kejahilan kekasihnya rupanya,sehingga lelaki cabul itu semakin bebas menjamah.
Keasyikam mereka tiba-tiba terhenti akibat ada beberapa kerumunan semut yang mengigiti lengan dan betis Jumi.
,"kita pindah aja bang,disini banyak semut,"kata Jumi,semula Sassno menolak,tapi karena Jumi terus merengek akhirnya dia menuruti permintaan kekasihnya.
Pindah kemana enaknya,dalam hati Sasno berpikir,mencari tempat yang sepi tapi tak jauh dari permukiman penduduk,karena jika setan itu muncul dia bisa langsung minta tolong.
Dia mencari-cari tapi tidak ada tempat yang sesuai,tanpa sadar dia telah jauh dari rumah penduduk,dan berada diperbatasan hutan, dia juga berjarak 100 meter dari kuburan sundel bolong.Tanpa ada rasa merinding,mereka lalu melanjutkan hal yang tak berpendidikan itu.Satu persatu pakaian jumi dilucuti Sasno yang sudah bernafsu,sedangkan Jumi tanpa malu senyum-senyum sambil memejamkan mata.
Sebelum Pemuda tak bermoral itu menelanjangi Jumi,tiba-tiba sepotong tangan memegang kepalanya dari belakang dan menariknya jauh melesat kedalam hutan,Jumi spontan berteriak histeris.
Sambil cepat-cepat mengenakan pakaian,wanita yang hampir kehilangan kehormatannya itu berlari mengejar Sasno,teriakan masih terdengar ditengah pengejaran tersebut.
,"bangggggg,"teriaknya
kedua kakinya kemudian berhenti,dia menyadari sesuatu…
tempat dimana dia berdiri sekarang adalah kuburan sundel bolong,nyalinya mengkerut,dadanya kembang kempis begitu cepat,jantungnya bergoyang tak berirama.
Pelan-pelan dia memanggil nama Sasno.
,"bangg,bang Sasno,"
Sesekali dia melirik ke arah kuburan,siapa tahu sang empunya bangkit.karena tidak mendapat jawaban dari Sasno dia berjalan mengelilingi pohon beringin yang menaungi kuburan misterius tersebut.
Tak seberapa lama dia kembali histeris.
,"banggggggggggggggggggggggggggggggggg sasnoooooooo,"kali ini teriakannya semakin keras bak geledek.
Didapati Sang kekasih sudah menjadi mayat.Matanya melotot,dadanya tertancap tombak yang berasal dari bambu.
Tak kuat menyaksikan hal semengerikan itu dia pingsan,dan baru ditemukan oleh warga kampung keesokkan harinya.
Dan seperti biasanya,berjubel orang memadati ingin menyaksikan keganasan sundel bolong.Kedua orang tua Sasno hanya pasrah melihat putra keduanya terbujur kaku,sementara Jumi berulang kali pingsan disamping jenasah kekasihnya.
BEBERAPA HARI KEMUDIAN
Wajah cantik Anita pucat seperti kurang tidur,terlihat sedikit lingkaran hitam dibawah matanya,sesekali dia menguap,nampaknya benar dia tidak bisa tidur akhir-akhir ini.
Mimpi itu lagi,mimpi aneh yang sama,mengapa dia selalu mendapatkan mimpi itu setiap malam.Karena tidak mau menceritakan mimpi yang dilihatnya akhir-akhir ini dia menjadi semakin kebingungan,sesekali dia melamun ,menggaruk-garuk kepala kemudian melamun lagi.Dia mulai jenuh dengan keadaan ini.
,"Lebih baik aku ke rumah neneknya Martini,siapa tahu beliau bisa menjelaskan sesuatu,"
Tanpa seizin orang tuanya,Anita menuju rumah Waliyem.beralaskan sendal jepit dia kembali menyusuri jalan terjal.Cuaca hari ini agak mendung jadi membuat dia tak perlu terburu-buru.
15 menit kemudian dia sudah sampai dikediaman Waliyem,tapi rumah tampak sepi,nampak gembok yang menggantung dipintunya,mungkin waliyem sedang keluar.
,"aku tunggu saja disini,"katanya pelan.
Entah bagaimana timbul niat untuk kembali ketempat Martinah,saudara kembar Martini yang dipasung dibelakang rumah.Tanpa takut dia menuju kesana,sayup-sayup dia mendengar suara seseorang sedang berbincang-bincang.Diintipnya dari pojokan sambil menyembunyikan dirinya,kaget,setelah melihat bagus kekasihnya sedang berada di depan gubuk tempat martinah dipasung,entah apa yang dia katakan,tapi dari raut mukanya dia sedang gembira.
,"aku akan kesini nanti malam sayang,"kata bagus.
Kalimat terakhir yang diucapkan bagus itulah yang terdengar jelas oleh Anita,rasa tak percaya timbul dibatinnya,bagaimana mungkin orang yang ingin dijadikan calon suami tega mengatakan hal itu kepada orang lain,lebih tak masuk akal dia mengucapkannya kepada orang yang kurang waras.
Tetesan air mata mulai menghiasi pipi Anita,sambil berlalu pergi pergi,dia terus membiarkan air matanya terus berlinang,tatap matanya kosong,hampir tak bisa dikontrol lagi kecepatan jalannya,hingga cuman 10 menit dia sudah sampai dikamar,lalu menangis sejadi-jadinya.
Diotaknya muncul kenangan-kenangan indah bersama kekasih,diawal dia percaya bahwa bagus adalah pilihan yang tepat,tapi setelah yang didengar tadi,semua seakan berbalik 360 derajat.
Nanti malam,aku akan memergoki mereka,aku pengen tahu bagaimana reaksinya setelah melihat aku,kata Anita dalam hati.
JAM 9 MALAM
Diam-diam Anita sudah hampir sampai dirumah Waliyem,sampai dipojokan tempat dia tadi menguping pembicaraan bagus.Satu menit sampai lima menit bagus tak juga muncul,dia menambah kesabarannya sampai tiga puluh menit kedepan,tak dilihanya si bagus,
,"jangan-jangan dia sudah ada didalam berbuat mesum,"celetuknya.
Sembari menggigit bibirnya dia langsung menghampiri pasungan Martinah,diintipnya kesela-sela pintu,karena kondisi gelap dia kesulitan melihat apa yang sedang terjadi diruangan kecil itu,tiba-tiba
Ckrekkkkkkkkkkk……pintunya terbuka sendiri,Anita mundur sejengkal lalu histeris,
Sosok sundel bolong berlumuran darah sedang berdiri dihadapannya,dia ingin berteriak sekeras-kerasnya,tapi aneh,suaranya tak bia keluar sama sekali.
Beruntung kakinya masih berfungsi,sehingga tanpa dikomando Anita berlari secepat halilintar menjauh dari sosok seram itu.karena keadaan gelap dan senternya mati,bukanya arah rumah yang dia tuju,tapi malah hutan yang kini dia masuki.
Beberapa saat setelah dia sadar dia salah arah,lampu senternya kembali berfungsi,diamati sekitar dengan cermat.
,"tuhannnnn,kenapa aku sampai disini,"kata Anita kembali ketakutan.
Dirinya sekarang berada disamping kuburan sundel bolong,bulu kuduknya yang sudah berdiri dari tadi,malah tak mau tidur lagi,angin yang bertiup lumayan kencang disertai gugurnya daun beringin,seakan memberi pertanda dia bakal muncul lagi,
,"sebelum dia membunuhku lebih baik aku pergi dari sini,"tuturnya sambil bergegas pergi.
Belum jauh dia melangkah,tiba-tiba dia mendengar jerita seseorang kesakitan.
Berulang kali suara itu terdengar,nampaknya suara itu tak asing bagi telinga Anita.
,"mas bagus,"kata Anita.
Ditolehnya arah kanan lalu kekiri,kemudian diputarkan pandangannya 360 derajat tak ada Bagus,sang kekasih.
Dicermati lagi suara itu,makin lama makin jelas dan yakin itu suara si Bagus sedang kesakitan,
Anita lalu memeriksa dibalik pohon dan semak-semak,sambil sedikit terisak dia dalam hatinya terus berdoa demi keselamatan sang kekasih,walau tadi siang Bagus telah membuat hatinya teramat kecewa tapi dia tak tega bila harus menyaksikan dia tewas.
,"mas..mas bagus…. ,"teriak Anita
tak lama kemudian ada jawaban dari bagus
,"anitaaaa cepat pergiiii,,jangan kesini ,"
mendengar peringatan itu bukannya pergi menjauh tapi dia malah menyongsong arah datangnya suara yang ternyata sudah berada 10 meter di samping kiri wanita tersebut,seketika itu juga Anita berlari menembus semak dan beberapa jaring laba-laba,tak dihiraukan beberapa kali kulitnya tergores duri,tepaka kakinya masih terus diajaknya berlari.
,"mas bagus.. ,"
Anita kaget saat melihat tubuh kekasihnya sekarat ,lengannya tergores benda tajam,dari lukanya mengalir darah segar yang terus mengucur,muka bagus meringis,menahan kesakitan yg amat sangat,dia bersandar dibawah ponon beringin yang tak begitu besar,disekitarnya nampak bekas tanah yang terinjak-injak tak karuan,seperti bekas perkelahian.
,"kenapa kamu kesini,cepat lair selamatkan dirimu,"kata Bagus
,"tidak mas,kamu harus selamat,"jawab Anita sambil berusaha membantu bagus berdiri.
Dengan susah payah Anita berusaha membantu bagus bangun,tenaganya yang hanya seorang wanita hampir kesulitan membuat lelaki bertubuh gempal itu berdiri.
Tiba-tiba..
Kepala Anita dicengkeram dari belakang,ditarik dan dibenturkan kepohon.
,"awwwwww' ,"
seketika dia roboh ,bagus yang sudah tak bertenaga ikut roboh,mereka bertumpuk bagai seonggong bangkai dibawah beringin.
Sesosok pria yang sedang berdiri di depan mereka yang kini tengah terkulai ,
,"dia tidak ikut dalam masalah kita Parman,biarkan dia pergi,"Bagus memohon kepada orang yg kini berdiri dihadapannya.
,"salah dia sendiri yang datang kemari,aku tidak mau aa saksi mata ,kalian semua harus aku habisi,"kata Parman.
Anita yang tidak tahu siapa laki-laki itu hanya mengaduh kesakitan,kepalanya seperti berputar-putar,sesekali dia terpejam lalu melek lagi.
,"akuilah semua kejahatanmu,dan serahkan dirimu kepada yang berwajib,"kata Bagus
Parman hanya tertawa dan berkacak pinggang.
,"kau kira aku gila,mana mungkin aku mau melakukan hal konyol seperti itu,aku masih pengen menikmati hidup bebas,walau aku harus membunuh kalian berdua,toh penduduk akan mengira sundel bolong itu yang membunuh kalian,"
,"jangan sesumbar kamu biadap,kamu yang membunuh Martini,kau lihat teman-temanmu sudah mati,tinggal kau yang tersisa,serahkan dirimu sebelum arwahnya datang,"teriak bagus.
,"huahahahahaha,mana?mana?mana si sundel itu,suruh dia kemari,akan kuperkosa dia sekali lagi dan kubunuh sekali lagi,"Parman semakin kalap.
Petir menggelegar,angin bertiup amat kencang,membuat pandangan Parman terganggu,debu bercampur daun-daun yang berguguran meliuk-liuk seperti topan kecil,
Tak lama kemudian terdengar suara.
,"parmannnnnnnnnn…. ,"
sontak parman bergidik,bulu romanya berdiri menjulang kokoh,sekujur tubuhnya merinding,dari ujung kepala sampai ujung kaki bergetar.
,"aku disini Parman,"suara itu terdengar lagi,kali ini semaki dekat
Bagus dan Anita juga tak kalah ketakutannya.
,"siii..siapa itu… ,"kata Parman
,"aku disini Parman,diatas sini,"
Mata Parman melotot,nafasnya sulit diatur,saat melihat sosok sundel bolong yang berdiri di dahan pohon beringin tempat Bagus dan Anita terkulai.
,"tidakkkkk..tidak mungkin….. ,"kata Parman
Tanpa sadar lelaki itu berjalan mundur,lalu..
Jlebbbbb..
Sebuah tombak bambu menembus lengan kananya.
,"aaaaaaaakkkkk,"
dia jatuh tersungkur,tak lama darah mengucur dari lukanya.
Dilihatnya kebelakang dan ternyata sundel bolong itu telah berada dibelakangnya memegang tombak bambu.
,"ampun..ampuni aku…..martini,"
,"aku disini parman.. ,".
Parman terkejut karena,sundel bolong yang dilihatnya tadi masih berada di atas dahan pohon beringin.
Anita yang nampak sudah mampu mengontrol kesadaran juga heran,meliohat ada dua hantu sundel bolong,yang satu berada di atas pohon dan satu lagi berada dibelakang Parman,tengah membawa tombak.
,"kau heran Parman,"kata sosok seram yang membawa tombak.
Rambut yang menutupi mukanya disibakkan,diperlihatkan dengan jelas wajahnya,namun bukan sosok seram yang diperlihatkan,tapi sosok cantik jelita.
,"martini.. ,"kata Parman.
,"yaaaa..aku Martini,dan selama ini aku masih hidup,karena yang kamu bunuh itu sebenarnya martinah saudara kembarku yang mengidap gangguan jiwa,"tutur martini penih emosi
Parman kaget
,"jadi…..yang dulu…..kami perkosa…,"
,"iya…itu Martinah,"kata bagus sambil merintih,setelah mengumpulkan tenaga dia meneruskan kata-katanya.
,"kejadian sebenarnya adalah dulu Martini kasihan melihat saudaranya dipasung,dengan sembunyi-sembunyi dia melepaskan pasungannya,namun tanpa diduga dia kabur,lalu Martini mengejarnya ,tapi kalian menemukan Matinah terlebih dahulu dan merenggut kehormatannya,"
sambil menangis Martini yang masih memegang tombak bambu berkata
,"kamu,Jatmiko dan Sasno lalu dengan keci membunuhnya,aku yang melihat dari kejauhan tidak bisa melakukan apa-apa,lalu aku berpura-pura menjadi dirinya agar aku bisa balas dendam,supaya arwah saudariku tenang,dasar keparat,"
plakkkk..ujung bambu dihantamkan kepelipis Parman.
,"aduhhhhhh.sakitttttt,ampuni aku,".
Pelipis Parman mulai berlumuran darah,tak sedikitpun perasaan iba yang diperlihatkan Martini,dia masih mendaratkan pukulan bertubi-tubi pada tubuh lelaki biadap itu,kepaha,tengkuk dan punggungnya dan sesekali kekemaluan Parman,
Lelaki pendosa itu hanya bisa merangkak berusaha menjauh dan minta tolong,tapi suara petir membuat suaranya tak mungkin didengar oleh siapapun.
Martini lalu menatap kedahan tempat arwah Martinah hantu sesungguhnya berdiri,dia tersenyum dan berkata,dendam kita sudah impas..
Jlebbbbbbbbbb..
Ditancapkan tomabk bambu kepunggung Parman yang tembus kejantungnya,seketika dia tewas setelah mengerang kesakitan.
Martini kemudian menghampiri Bagus dan Anita lalu membawa mereka keperkampungan.
Di jalan Martini menceritakan semuanya kepada Anita,dialah yang sebenarnya membunuh,Jatmiko dan Sasno dengan bantuan Bagus dia merencanakan menyamar sebagai hantu,walaupun sosok hantu Martinah sering menampakkan diri sebagai sundel bolong tapi dia tidak mampu melakukan apa-apa.
,"lalu bagaimana dengan kakekmu,Tarmiji? ,"tanya Anita
,"memang semua penduduk mengira beliau dibunuh oleh sundel bolong,tapi Parmanlah yang membunuhnya,aku melihatnya sedang menyeret tubuh kakek dan diletakkkan dibawah pohon supaya seolah olah sundel bolonglah yang membunuhnya,"
,"jadi Martinah memberiku isyarat lewat mimpi bahwa sebenarnya bagus itu adalah kekasihmu,dan kalian akan segera menikah,"kata Anita
,"iya,memang benar,tapi mungkin keadaan tidak akan berjalan seperti itu,mengingat aku harus mempertanggung jawabkan semua perbuatanku,lebih baik kamu lah yang tepat menjadi pendampingnya,"kata Martini.
Pembicaraan mereka berakhir saat Bagus dan Anita memasuki rumah bagus,Martini kembali kepasungan dan hendak mengakui semua perbuatannya yang main hakim sendiri.
Anita yang mengetahui cerita sebenarnya mengurungkan niatnya untuk bersanding dengan bagus.Dan meminta Bagus menunggu Martini bebas dari penjara.
TAMAT
loading...
loading...
loading...
Ads Kanan Khusus Desktop

Cerita Hantu

Kumpulan Cerita Hantu Seram Bikin Merinding,Kisah nyata terbaru 2019

Text Widget

Sample Text

About Me

Followers

Statistik Web:

Blog Archive

Blog Archive

Categories

Labels

Labels

loading...
Terima Kasih Terlah Berkunjung
Jika anda tertarik dengan blog kami bisa like fanspage kami


×

Ordered List

Iklan Atas Artikel

Popular Posts

Iklan Tengah Artikel 1

Pages

Iklan Tengah Artikel 2

Download

Iklan Bawah Artikel

Recent Posts

Unordered List